Jumat, 10 Februari 2012

demam malam pada anak.

Sudah 3 malam berturut2, Syavina, my scnd child 1 th 7 bln, demam panas. Malam pertama panas muncul sktar jam 3 subuh. Bangun minta minum. Panas berangsur hilang seiring terbitnya mentari pagi. Siangnya normal, bisa main seperti biasa. Malam berikutnya, kembali seperti itu pada jam kurang lebih sma dengan malam sebelumnya.
          Vina, begitu kami memanggilnya, terbangun, merengek minta minum, terus tidur sebentar, bangun lagi. Mungkin karena kurang nyaman akibat suhu badannya meninggi. Menit berganti menit, jam pun begitu. Akhirnya suhu badannya kmbali seperti kejadian kemarennya. Siangnya dia udah lincah lagi. Sya pun sudah tidak begitu khawatir meninggalkan dia di rumah. Kebetulan hari itu sya ada rapat mata kuliah di kmpus, tmpat kerja sya.
              O ya, di rumah, Vina di temani kakaknya Rara, 5 tahun lebih dan kakeknya. Kebetulan Rara sudah bisa pakai Hp. So, sesekali saya nelp menyakan kondisi adiknya. Sejauh itu, semuanya aman2 saja. Saya berharap malam berikutnya vina tidak mengalami demam lagi.
             Ee , rupanya jam 12 malam lewat, kembali deh panas menghampiri badan si kecilku. Kali ini lebih agak rewel dari 2 malam sebelumnya. Maunya digendong, bergadang deh jadinya. Papanya  ikutan dikit lah bergadangnya. Karena Vina maunya cuma digendong sama saya mamanya. Untung Vina masih mau minum walaupun tidak sebanyak 2 malam yg lewat, 1 btol ukuran freshtea bisa hmpir hbis dari malam smpai paginya. Walaupun malam ke 3 tidak sebanyak itu, namun setidaknya ada cairan yg msuk. Dari 3 mlam  berturut2 itu, tidak beberapa lama setelah minum, mulai muncul keringat di dahinya. Bagi saya itu petanda   baik. Yang asya khwatirkan panas, dan tidak kluar keringat. Dari pengalaman kalau sudah begitu biasanya dibantu dengan parasetamol. Tapi kali ini, melihat dahinya mulai berkeringat setelah minum dan walaupun perlu waktu berjam2 sampai suhu badannya normal, parasetamol sepertinya tidak perlu dikasih.
              Siang, tepatnya hari ini, vina beraktivitas seperti biasa, main dengan sepeda miau roda tiganya. Dalam hati, timbul juga pertanyaan, kenapa demamnya cuma malam. Penyakit apa gerangan? Untuk menyenangkan hati, saya berusaha menyakinkan bahwa ini cuma demam biasa. Ya paling setelah 3 hari sembuh. Siang sekitar jam 12, iseng2 saya nanya sama adek ipar yg bekerja di puskesmas. Kalau anak demam malam sudah 3 malam berturut2, kira2 gejala penyakit apa ya? Tnya sya. Bisa jadi TIPUS mbak, coba 'be' cek darah. Katanya pada saya. Walahdalah..TIPUS.,? wah gawat darurat kalau memang benar begitu.
               Dapat informasi seperti itu. Pas jam istirahat kantor, sebelum solat Jumat, papanya pulang. Langsung saya khabri the hot news yang barusan saya dapatkan.' yuk pap, bawa Vina berobat, periksa darah. Jangan2 tipus' karena malamnya papanya kuliah ngmbil S2. Jdi papanya bilang: 'coba ilhat sikond Vina malam nanti. Kalau panas lagi, besok pagi kita periksa k RS' ocelah kalau begitu.
              Sore vina minta mandi karena lihatin kakaknya mandi. Setelah saya panaskan air, Vina saya mndikan. Magrib pun menjelang. Setelah main2 sebentar dengan kakaknya, si Vina minta 'nenen'. Sambil nyusui, akhirnya Vina tidur. Sambil saya raba kening atau dahinya, juga lehernya. Sepertinya, mulai panas. Mudah2an tengah malam nanti itdak semakin memburuk. Kalau malam ini, tepatnya malam ke 4 semenjak Vina demam, kondisinya msih seperti 3 malam sbelumnya. Besok, wajib, kudu n musti ke dokter sebelum bertambah parah. Apalagi setelah dapat kata TIPUS, saya jadi ngeri sendiri ditambah informasi dari browsing di internet yg mengatakan bahwa TIPUs bisa fatal, kalau lambat ditangani. Ii...mudah2an tidak sebegitunya. Amin.
                   Segitu dulu infonya. Besok2 di sambung lagi.

Hai hai hai, I cme back again. Paginya sktr jam 9.30 kmi, Vina, sya dan papanya ke rumah sakit Siloam. Setelah ngedrop kami depan Rumah Sakit. Papa kemudian jemput Rara (kakak Vina) di sekolahnya yang kurang lebih 10 menit dari Rumah Sakit Siloam
     Setelah registrasi  dan nimbang berat bdan. Kami nunggu depan kamar prakter dokter. Dokter yg praktek adalah dr Sutomo, langganan Vina n Rara kalau sakit. Sambil nunggu dipanggil, Vina main2 di arena main anak2 yg ada di sana.  Tak berapa lama, Papa dan Rara akhirnya menyusul . Setelah menunggu lumayan lama. Akhirnya, nama Vina di panggil. Setelah di periksa. Dokter menulis resep. Resepnya malah untuk sakit batuk, pilek, dan demam + antibiotik, bukannya obat untuk tipus sbgaimana dugaan saya sebelumnya.  Memamg sih selain demam, Vina agak batuk dan pilek sedikit. Kata dokter sebenarnya panasnya bukan malam saja, siangpun sebenarnya panas. Cuma karena malam agak dingin, suhu badan jadi lebih terasa tinggi. ocelah kalau begitu Dok.
              Sepulang dari rumah sakit, Vina minum obat batuk pilek dan antibiotik, sedangkan parasetamol tidak karena suhu badannya tidak terlalu panas. Malam berikutnya Vina tidak mengalami panas lagi. syukur alhamdulillah ya. besoknya Vina masih mengkonsumsi obat batuk pilek +antibiotik. Kata dokter sih antibiotiknya harus dihabiskan. Karena kelihatanya penyakit Vina sudah mulai berkurang, antibiotiknya saya hentikan, tentunya sepengetahuan papanya. sorry dokter ya.Takutnya,  ada efek sampingnya kalau terlalu banyak antibiotik dalam tubuh sikecilku itu. he he.....( naluri seorang ibu)
             Alhamdullillah sekalil lagi, Vina sudah sembuh, terhindar dari penyakit TIPUS yang lumayan menakutkan itu.
          Hari ini, Jumat 24 Februari, tepat kurang lebih seminggu Vina sembuh dari sakitnya. Selera makannya pun sudah mulai muncul. Kalau ketika sakit, makannya minta ampun susahnya, pun begitu beberapa hari setelah sembuh.
         sekarang, hari-hari Vina diisi dengan kegiatan bermain n bermain dengan kakanya Rara dan kaka sepupunya  Dina.

Versi Sakit malam Vina end sampai di sini. ending ceritanya: Happy ..... Yes
           

12 komentar:

  1. nice post' anak sy jg mengalami hal sprti ini skrg, mudah2an demam biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok. trims sudah mampir di blog ini.

      Hapus
    2. Tks infonya ya mbak... anak saya sakit demam sekarang udah 2 hari gejalanya sama persis dg cerita mbka.. mudah2an hanya demam biasa...

      Hapus
  2. terima kasih Bu, anak saya Aida sejak 2 hari yang lalu mengalami hal yang sama, semoga bias sembuh...

    BalasHapus
  3. Terima kasih buk, anak saya sdh 2 mlm ini seperti itu, smoga mlm ini sdh kemabli normal

    BalasHapus
  4. mengatasi anak demamam coba deh dengan cara kompres seperti DI SINI

    BalasHapus
  5. trm ksh bunda ini sm yg kami alami skrg tiap mlm panas bdnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, sama2 Pak Sulistio. Semoga anaknya cepat sembuh. o iya, perlu juga diwaspadai kalau demamnya disertai sakit kepala yang tak tertahankan. Berdasarkan pengalaman saya dan apa yang terjadi pada keponakan saya, keadaan anak yang seperti itu harus segera mendapat pertolongan dokter, sebelum terlambat, apalagi anak2 yang di bawah umur 5 tahun lagi, daya tahan tubuhnya lemah. Seperti yang terjadi dengan keponakan saya, Wilda namanya, waktu itu 2015, umurnya sekitar 4 tahunan. Karena orang tuanya mengira demam tinggi yang disertai sakit kepala pada anaknya itu cuma demam biasa, yang dalam beberapa hari juga akan sembuh, jadi ibunya cuma mengompres serta memberi obat warung saja. Ibunya sebenarnya agak heran juga kok anaknya bisa sakit kepala berat gitu. Mungkin pernah terbentur atau bagaimana. Setelah beberapa hari tidak sembuh juga. Oleh keluarga, yang tidak tinggal satu rumah, menyarankan untuk ke dokter. Oleh dokter disarankan ke rumah sakit karena kondisinya harus mendapat perawatan ekstra. Setelah dirawat di rumah sakit, kondisinya semakin memprihatinkan. Pagi dibawa, siang menjelang sore akhirnya si Wilda kecil ini menghembuskan napas terakhirnya setelah beberapa saat sebelumnya ibunya berbisik kepadanya sekaligus sebagai penyerahan diri pada tuhan. Katanya"Nak, bila kau masih bisa bertahan, sembuhlah Nak. Tapi andaikata kau tak sanggup lagi, Ma ikhlas nak" tak lama setelah itu anak ini pun menghadap sang ilahi. Saya yang tinggal tidak di kota yang sama dengan mereka yaitu di Jambi dan mereka di Kerinci, ditelp tentang kematian Wilda. Terkejut bukan kepalang, antara percaya dan tidak. Ternyata penyebab kematiannya menurut dokter adalah TIPUS yang penanganannya agak terlambat. Jadi intinya kalau anak sakit, apalagi dengan gejala di atas, jangan ragu untuk bawa ke dokter sebelum terlambat. Jangan ada Wilda yang lain lagi. Selamat jalan Wilda.

      Hapus
  6. Bu, sy seorang dokter. Antibiotik itu harus di habiskan, karena kalau tidak bisa menimbulkan resistensi bakteri pada anak ibu. Makanya dokter selalu menyarankan harus menghabiskan antibiotik. Antibiotik yg di berikan untuk anak2 dosisnya sudah sesuai untuk anak ko bu jd tidak akan menimbulkan efek samping apa2 , justru jika tidak di habisnya yg akan menimbulkan efek samping yg bisa berdampak bahaya bu. Lain kalo jangan di berhentikan tanpa sepengetahuan dokter ya bu..

    BalasHapus
  7. Walaupun penyakitnya sudah sembuh , tp harus tetap dihabiskan ya bu antibiotiknya sesuai dgn resep dokter. Karena sebenarnya bakterinya melemah makanya si anak merasa sehat, jika di berhentikan antibiotiknya maka si bakteri akan sewaktu2
    kambuh lagi dan bisa semakin kuat bakterinya dan menimbulkan resistensi bakteri bu. Semoga saran sy bermanfaat ya bu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok, thanks atas masukannya Bu. semoga bermanfaat untuk semuanya

      Hapus